Secarik kertas Akuntansi Multiparadigma: Berperilaku Etis Sebagai Komitmen Mengakhiri Dilema Auditor

Oleh: Supriyadi, S.Ak., ME., Ak

Buku Secarik Kertas Akuntansi Multiparadigma: Berperilaku Etis sebagai Komitmen Mengakhiri Dilema Auditor mengajak pembaca memahami akuntansi tidak semata-mata sebagai aktivitas teknis dalam menghasilkan angka dan laporan keuangan, tetapi sebagai praktik sosial yang sarat dengan nilai, kepentingan, tanggung jawab, dan pertimbangan etis. Melalui perspektif akuntansi multiparadigma, buku ini menguraikan bahwa realitas akuntansi dapat dipahami dari berbagai sudut pandang, sehingga praktik akuntansi dan auditing tidak selalu bersifat netral dan bebas dari nilai.

Pembahasan dalam buku ini berangkat dari kenyataan bahwa auditor sering berada dalam situasi dilematis ketika harus berhadapan dengan kepentingan klien, tuntutan organisasi, tekanan ekonomi, regulasi, serta tanggung jawab kepada publik. Dilema tersebut dapat semakin kompleks ketika kepentingan pribadi atau kelompok berhadapan dengan prinsip independensi, integritas, objektivitas, dan profesionalisme auditor. Dalam kondisi demikian, kemampuan teknis saja tidak cukup. Auditor membutuhkan landasan moral dan keberanian untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai etika profesi.

Pendekatan multiparadigma dalam buku ini memberikan ruang untuk melihat praktik akuntansi dan auditing secara lebih kritis dan komprehensif. Akuntansi tidak hanya dipandang melalui paradigma positivistik yang menekankan objektivitas dan pengukuran, tetapi juga melalui perspektif interpretif, kritis, dan paradigma lain yang menempatkan manusia, realitas sosial, kekuasaan, kepentingan, serta nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam praktik akuntansi.

Pada akhirnya, buku ini menempatkan perilaku etis sebagai sebuah komitmen, bukan sekadar kepatuhan terhadap kode etik atau peraturan profesi. Etika dipahami sebagai kesadaran internal yang mendorong auditor untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan tindakan kepada profesi, organisasi, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, mengakhiri dilema auditor bukan berarti menghilangkan seluruh konflik kepentingan yang ada, tetapi membangun keberanian moral untuk memilih tindakan yang benar ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa akuntansi, auditor, akademisi, praktisi, serta pembaca yang ingin memahami akuntansi dari perspektif yang lebih luas. Secarik Kertas Akuntansi Multiparadigma pada akhirnya merupakan ajakan untuk mengembalikan akuntansi pada hakikatnya sebagai praktik yang tidak hanya menghasilkan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan moral. Melalui integritas dan perilaku etis, auditor diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik dan menjadikan profesinya sebagai bentuk pengabdian yang bertanggung jawab.

Scroll to Top